Kamis, 24 Desember 2009

Manusia Purba Pernah Hidup di Bayung Lencir



Sebagian wilayah Sumatera Selatan dan Jambi diduga sebagai hamparan rawa luas yang sangat dekat dengan pantai pada sekitar 4.000-5.000 tahun silam. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi lahan di kawasan tersebut serta temuan tulang manusia pantai dan perlengkapan hidupnya.


Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti mengatakan, Kamis (18/12), pihaknya belum lama ini menemukan sisa aktivitas manusia purba pada masa lalu yang terpendam dalam kubur sekunder di Dusun Sentang Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Di dalam kubur, ditemui sebuah tempayan besar berdiameter hampir 1 meter yang berisi tengkorak kepala manusia purba serta sejumlah perhiasan, periuk gerabah, dan mata tombak. Di situ, tim juga menemukan puluhan periuk gerabah yang diduga sebagai perlengkapan kebutuhan sehari-hari manusia purba masa itu.


Temuan serupa didapati tim, beberapa waktu sebelumnya berupa lima tempayan kubur, manik-manik, dan mata tombak. Temuan tersebut dinamai situs Lebak Bandung yang berlokasi di Jelutung, Kota Jambi. Menurut Nurhadi, ada indikasi bahwa sepanjang kawasan yang tersebar dari Kota Palembang hingga Kota Jambi yang saat ini berjarak sekitar 80 kilometer dari Pantai Timur Sumatera, sebenarnya merupakan hunian manusia purba pantai pada masa itu.



Ketinggian air pada kawasan Delta Berbak di Pantai Timur mencapai hingga 8 meter. Letak kedua kota ini hingga ke hilir di pantai timur memang sangat jauh. Diperkirakan telah terjadi perubahan alam yang mendorong terjadinya proses pengendapan sejak 4.000 tahun lalu. "Proses tersebut mengakibatkan garis pantai kian menjorok ke laut," ujarnya.



Manusia purba pantai timur pada masa lalu memiliki pola hidup berburu ikan atau mamalia. Ini diketahui melalui adanya temuan mata tombak dalam tempayan-tempayan kubur. Sejauh ini tim belum dapat memastikan tipe manusia purba setempat karena yang lebih banyak ditemukan berupa perlengkapan hidup ketimbang sisa tulang dan tengkorak manusia.


Proses migrasi manusia purba dari hilir menuju pedalaman diperkirakan melalui dua akses, yaitu Pantai Timur dan Pantai Barat Sumatera. Akan tetapi, belum diketahui pantai mana yang lebih dahulu menjadi hunian awal manusia purba saat itu. Arkeolog dari Puslitbang Nasional, Bambang Budi Utomo, mengatakan, Kota Jambi dan Palembang pada 4.000 tahun silam lebih tepat disebut daerah rawa, bukan pantai.



Ini terlihat dari hasil temuan tersebut yang mengindikasikan permukiman penduduk yang dibangun dengan tonggak-tonggak kayu. Mereka lebih cocok disebut manusia yang tinggal di daerah rawa walau saat itu jaraknya memang dekat pantai, ujarnya.

{Sumber : Kompas (dengan beberapa perubahan dan penambahan), Judul Asli "Manusia Purba Pernah Hidup di Jambi dan Palembang"}.

Senin, 21 Desember 2009

Sekilas Mengenai Kelurahan Bayung Lencir


Kelurahan Bayung Lencir merupakan satu-satunya Kelurahan dalam Kecamatan Bayung Lencir dan berada di Ibu Kota Kecamatan Bayung Lencir.


Kelurahan Bayung Lencir dilalui oleh Jalan Raya Lintas Timur Palembang-Jambi dari Selatan ke Utara.Topografi wilayah ini merupakan dataran dan daerah aliran sungai.

Adapun Batas - Batas wilayahnya antara lain :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Senawar Jaya
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Simpang Bayat
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Mendis dan Desa Mendis Jaya
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Muara Bahar

Kelurahan Bayung Lencir diresmikan tahun 1994. Kelurahan ini sekarang dibagi menjadi 4 Lingkungan atau RW yang dikepalai oleh Kepala Lingkungan (Kaling) dan 25 RT.

Kota Bayung Lencir dibelah oleh Sungai Lalan yang mempunyai lebar ± 100 m. 

Sejak jaman dahulu Sungai ini telah digunakan sebagai sarana transportasi terutama oleh warga dari Desa Muara Bahar, Desa Muara Medak dan Desa Pagar Desa. Sungai ini membagi Bayung Lencir menjadi 2 bagian dan masing-masing bagian memiliki 2 Lingkungan, antara lain : bagian sebelah selatan sungai Lalan yang mengarah ke Palembang terdiri dari Lingkungan 1 dan Lingkungan 4, dan bagian utara Sungai Lalan yang mengarah ke Jambi terdiri dari Lingkungan 2 dan Lingkungan 3. Untuk menghubungkan wilayah Bayung Lencir tersebut telah dibangun jembatan yang dibuat tahun 1980/1981. Selain Sungai Lalan, Bayung Lencir juga mempunyai beberapa sungai kecil yang bermuara ke Sungai Lalan, diantaranya  :


  • Sungai Terbisan
  • Sungai Bukit Lintang
  • Sungai Bayung Lencir
  • Sungai Sarim
Di sungai-sungai daerah ini tidak mempunyai pasir, sehingga untuk pembangunan terpaksa mendatangkan pasir dari luar daerah. Tetapi di daerah ini sudah banyak terdapat bangsal-bangsal warga yang mengusahakan batu bata.


Sarana Pendidikan di Bayung Lencir telah mempunyai 5 Sekolah Dasar Negeri, 1 SLTP Negeri, 1 SLTA Negeri dan 4 Pondok Pesantren.


Di Bayung Lencir sudah memiliki fasilitas 1 unit RSUD Tipe C, 1 unit Puskesmas, penerangan Listrik PLN, air bersih dari PDAM, dan 1 unit SPBU serta sarana telekomunikasi Telepoon Rumahan Telkom dan beberapa penyedia telekomunikasi GSM seperti Telkomsel, Indosat, XL, Ceria, dan lain-lain.

Untuk kegiatan perekonomian, Bayung Lencir telah memiliki beberapa sarana penunjang diantaranya :

  1. 2 unit pasar, yaitu Pasar Lama dan Pasar Baru. Namun dalam kegiatannya hanya Pasar Lama yang beroperasi setiap hari dan untuk Pasar Baru hanya buka setiap hari Jumat atau yang dikenal masyarakat sekitarnya sebagai Kalangan.
  2. 3 unit Bank, yaitu Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rarat Ganda.
  3. 1 unit Pegadaian.
Sebagian besar penduduk Bayung Lencir bermata pencaharian sebagai berdagang, dan berkebun.


Diharapkan kedepan, Kota Bayung Lencir akan lebih berkembang lagi, mengingat kota ini jauh letaknya dari Ibukota Propinsi maupun dari Ibukota Kabupaten. Dan Bayung Lencir harus dijadikan pusat kegiatan perekonomian, sehingga  masyarakat Bayung Lencir dan sekitarnya tidak jauh-jauh membeli keperluan ke Palembang ataupun ke Jambi.

Sabtu, 19 Desember 2009

SELAYANG PANDANG




Bayung Lencir merupakan salah satu kecamatan terluas di Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan.
Letak geografis Kecamatan Bayung Lencir ini dibelah oleh Jalan raya Lintas Timur dari utara ke selatan dengan panjang jalannya ± 90 Km atau ± 1,5 jam perjalanan kendaraan bermotor.






Jarak tempuh dari Ibukota Kecamatan Bayung Lencir ke pusat Kota terdekat  adalah  :

1. Ke Ibukota Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Sekayu ± 200 Km.
2. Ke Ibukota Propinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang ± 204 Km.
3. Ke Ibukota Propinsi Jambi, Kota Jambi ± 70 Km.

Adapun batas wilayahnya antara lain :

  • sebelah utara berbatasan langsung dengan Propinsi Jambi
  • sebelah Selatan dengan Kecamatan Sungai Lilin dalam kabupaten yang sama
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Lalan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Bayung Lencir
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Batang Hari Leko dalam kabupaten yang sama



Pada Zaman dahulu Bayung Lencir membawahi beberapa marga diantaranya  :
1. Marga Lalan yang Ibukota Marganya di Desa Mangsang.
2. Marga Bayat yang Ibukota Marganya berada di wilayah 3 Desa Bayat.
3. Marga Tungkal yang Ibukota Marganya berada di Desa Peninggalan.







Dulu Hutan Bayung Lencir banyak ditumbuhi oleh beragam jenis kayu-kayuan, namun sekarang warga pun sulit untuk menemukan kayu-kayuan besar di hutan dikarenakan sebagian besar hutan telah habis dibuka untuk penyebaran penduduk dalam program transmigrasi dan pembukaan perkebunan-perkebunan besar berupa kebun sawit, karet maupun tanaman HTI oleh investor-investor yang menanamkan investasinya di Bayung Lencir.






Mata pencaharian penduduk Bayung Lencir sebagian besar adalah sebagai petani. Tanaman yang ditanam biasanya Sawit dan Karet.





Sawit





Karet








Kondisi geografis Kecamatan Bayung Lencir merupakan daratan dengan perbukitan, dataran, lembah dan banyak dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS). Kecamatan yang dibelah oleh Sungai Lalan ini banyak memiliki sungai-sungai kecil yang bermuara pada sungai Lalan. Sungai-sungai tersebut dijadikan warga sebagai tempat untuk mencari mata pencaharian dan juga sebagai sarana transportasi, karena sebagian daerah di Bayung Lencir hanya bisa dilalui dengan melalui air.





















Status Daerah, Letak Geografis dan Topografi
Desa/Kelurahan dalam Kecamatan Bayung Lencir
Tahun 2009


No


Desa
Status daerah
Letak geografis
Topografi
1


Suka Jaya
Pedesaan
Dataran
Datar
2


Mekar Jaya
Pedesaan
Dataran
Datar
3


Senawar Jaya
Pedesaan
Dataran
Datar
4


Muara Bahar
Pedesaan
Lembah/das
Datar
5


Mendis Jaya
Pedesaan
Lembah/das
Datar
6


Muara Medak
Pedesaan
Lembah/das
Datar
7


Bayung Lencir
Kelurahan
Dataran
Datar
8


Mendis
Pedesaan
Lembah/das
Datar
9


Simpang Bayat
Pedesaan
Dataran
Datar
10


Bayat Ilir
Pedesaan
Dataran
Datar
11


Pangkalan Bayat
Pedesaan
Dataran
Datar
12


Pagar Desa
Pedesaan
Dataran
Datar
13


Telang
Pedesaan
Dataran
Datar
14


Sindang Marga
Pedesaan
Dataran
Datar
15


Kali Berau
Pedesaan
Dataran
Datar
16


Tampang Baru
Pedesaan
Dataran
Datar
17


Srimulyo (D1)
Pedesaan
Dataran
Datar
18


Sinar Harapan (Upt D2)
Pedesaan
Dataran
Datar
19


Banjar Jaya (D3)
Pedesaan
Dataran
Datar
20


Sumber Sari (Upt D4)
Pedesaan
Dataran
Datar
21


Sumber Harum (Upt.A.1)
Pedesaan
Dataran
Datar
22


Berlian Jaya (Upt.A2)
Pedesaan
Dataran
Datar
23


Simpang Tungkal
Pedesaan
Dataran
Datar
24


Beji Mulyo (Upt.B1)
Pedesaan
Dataran
Datar
25


Bero Jaya Timur (B2)
Pedesaan
Dataran
Berbukit
26


Margo Mulyo (B3)
Pedesaan
Dataran
Berbukit
27


Pandan Sari (B4)
Pedesaan
Dataran
Berbukit
28


Pulai Gading
Pedesaan
Lembah/das
Datar
29


Mangsang
Pedesaan
Lembah/das
Datar
30


Muara Merang
Pedesaan
Lembah/das
Datar
31


Kepayang
Pedesaan
Lembah/das
Datar
32


Suka Damai
Pedesaan
Lembah/das
Datar
33


Peninggalan
Pedesaan
Lembah/das
Datar
34


Pangkalan Tungkal
Pedesaan
Lembah/das
Datar

SELEKSI PSE 2016 KECAMATAN BAYUNG LENCIR

Dalam rangka pelaksanaan rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi (SE) 2016 di wilayah Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin, pad...